DPC Gerindra Sikka Gelar Pendidikan Kader dan Fit and Propert Test Bakal Caleg
| Fransiskus Stefansu Say,SE |
dikutib dari laman https://kumparan.com/
MAUEMERE-Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Sikka menggelar pendidikan kader dan fit and proper test bagi calon calon DPRD dan kader partai.
Pendidikan Kader dan Fit and Proper Test berlangsung di Kantor DPC Gerindra Sikka, Kamis, 19 - 21 Januari 2023.
Dalam pendidikan kader, seluruh kader Gerindra Sikka dibekali dengan materi terkait dengan sejarah, visi misi, AD ART Partai Gerindra, Manifesto perjuangan Partai Gerindra, struktur kepengurusan dan organisasi sayap Partai Gerindra, mandat dan berwenang Bawaslu serta mekanisme pengawasan partisipatif, tugas, fungsi dan kuantitas Anggota DPRD, Alat kelengkapan DPRD, serta mitra-mitra kerja DPRD, strategi pemenangan pemilu, politik dan kekuatan, isu-isu anak dan perempuan dalam perjuangan politik.
Usai 2 hari pelaksanaan pendidikan politik, di lakukan Fit and Proper Test pada Sabtu (21/3/2023).
Tim yang melaksanakan proses fit and proper test ini adalah Wakil Ketua DPD Gerindra NTT, Gabriel Beri Bina, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu Gerindra NTT, Tori Ata, Ketua Dewan Penasehat Marselinus Litong dan Sekretaris DPC Gerindra Sikka, Hubertus Moni.
Ketua DPC Gerindra Sikka, Fransiskus Stephanus Say mengatakan, permintaan berproses selama 3 hari diawali dengan pelatihan dan pembekalan bagi calon Caleg.
Ia menuturkan, kami melihat partai kami, partai yang masih sangat muda, kalau bicara kader yang memahami visi misi partai, memang belum terlalu baik sehingga perlu penguatan atau penekanan pada beberapa hal yang memang dalam visi misi partai sesuai dan bisa kita realisasikan di Kabupaten Sikka .
Lanjut Stef Say, jika dia disapa, undang seluruh bakal caleg dan kader untuk bagaimana melakukan, atau bergerak bersama-sama dalam gerakan partai, yang sesuai dengan mimpi besar partai Gerindra.
Ia mencontohkan, bicara terkait dengan kerakyatan ekonomi, bagaimana kami menggerakan, membumikan mimpi besar ini, mengajak teman-teman untuk mengedukasi masyarakat kita di lapis pengangkutan untuk bagaimana dalam skala-skala mikro yang kemudian bisa memajukan ekonomi keluarga masing-masing.
Kira-kira realnya apa, barangkali kita minimal mengajak saudara-saudara kita mengolah atau mengubah dari barang senjata kita agar mulai kita perlahan mengolah barang mentah menjadi minimal setengah jadi. Sehingga ada peningkatan kualitas dan perubahan harga sehingga penerimaan mereka menjadi lebih baik,” ujar Stef Say.
Lanjutannya, contoh berikut di bidang pertanian. Kalau memungkinkan, diminta dengan kelompok-kelompok kecil membantu mereka dengan memelihara ternak.
“Untuk keluarga miskin ini, kalau hari ini dia tidak punya tabungan, tapi kalau kita beri dia kambing 3 ekor, sama dengan kita memodali keluarga tersebut Rp 1,5 juta. Satu tahun ke depan, dia akan memiliki kambing 6 ekor plus induknya jadi ada 9 ekor. Kalau masing-masing dihargai dengan Rp 500 ribu lagi, maka keluarga tersebut memiliki kekayaan tambahan Rp 4,5 juta. Artinya dia bergerak nyata dan kemampuan ekonomi keluarga itu akan membaik,” ujarnya.
Stef Say menuturkan, hal inilah yang coba dibumingkan dari visi-misi partai serta coba menularkan ke kader dan semua caleg ini.
Terkait proses fit and proper test Stef Say menjelaskan, semua caleg yang terdaftar ini rata-rata melebihi kuota masing-masing dapil, tentu akan ada yang maju terus sebagai caleg, ada pula yang tertunda.
"Bagi yang tertunda ini tentu kami harus berbagi peran dari seluruh rangkaian tadi. Sehingga dengan maju terus dan yang tertunda ini, seluruh program bisa berjalan dengan baik. Jadi mereka menjadi agen kami di setiap wilayah si Kabupaten sikka ini. Inilah latar belakang menjadi pikiran kami membuat kegiatan ini Sehingga pada akhirnya seluruh kami bergerak dengan masing-masing peran yang sudah diberikan. Jadi kerja sama bukan kerja sama, jadi siapa yang melakukan apa dan hasilnya apa kita sudah gariskan semua," jelasnya.
Lanjutnya,bakal caleg yang mengikuti kegiatan yang dimaksud pada Dapil Sikka 1 ada 14 orang, Dapil Sikka 2 ada 9 Orang, Dapil 3 Ada 11 orang, dan Dapil Sikka 4 ada 10 orang.
Selain itu, dari organisasi sayap partai, antara lain, Kesehatan Indonesia Raya 8 orang, dari Persatuan Purnawirawan Republik Indonesia (PPRI) ada 1 orang, lalu Gerakan Masa Depan Gerindra 1 orang, Perempuan Indonesia Raya 2 orang, serta beberapa pengurus anak cabang Gerindra yang bisa berpartisipasi. Kurang lebih sekitar 60 peserta.
Lanjutnya dalam fit and propes ters ada wawancara dengan materi terkait sejauh mana mengenal Partai Gerindra ini, kemudian ini ada kaitan dengan kapabilitas mereka untuk mempersiapkan diri menjadi calon, lalu tentu ada pertanyaan seperti bagaimana memenangkan Prabowo ke depan. Ia juga menuturkan kegiatan fit and proper test secara tertulis di Anggaran Dasar Partai memang tidak ada, tetapi nasehat di DPC menerjemahkan dari beberapa bagian, dimana artinya bahwa untuk menguasai kapasitas teman-teman menjadi calon DPRD ini, harus dilakukan satu test yang baik, sehingga mereka mengenal bahwa mereka adalah wakil rakyat Kabupaten Sikka. “Jangan sampai tidak mengetahui kondisi geografis dan potensi wilayah di Kabupaten Sikka.
Dengan kapasitas diri yang sudah ditingkat ini, juga dapat menjadi bekal bagi mereka untuk mensosialisasikan diri ke masyarakat untuk dapat meyakinkan bahwa masyarakat ini layak dipilih, “Ujarnya
Stef Sat yakin, dengan proses ini, seluruh caleg yang dihasilkan nantinya adalah putra-putri terbaik yang mejadi anggota dewan.
Sementara itu Wakil Ketua DPD Gerindra NTT, Gabriel Beri Bina mengatakan, fit and proper test ini diawali dengan pelatihan kader. Pelatihan kader ini merupakan suatu pembekalan yang diberikan kepada mereka-mereka yang baru saja bergabung di Gerindra dan mendaftar sebagai Caleg, juga kepada mereka yang sudah lama sekali dan ini sebagai penyegaran untuk mengupdate posisi Gerindra seperti apa, karena sebagai partai terus menerus memperbaharui diri dan menjadi partai yang inklusif.
“Gerindra tidak hanya melakukan politik elektoral semata tetapi menjadi partai politik yang substansial. Karena itu pancaran dari rekrutmen caleg. Pemikiran dasarnya itu adalah seluruh elemen, seluruh kelompok masyarakat harus mendapatkan tempat di Gerindra,” ujarnya.
Ditambahkan Gabriel Beri Bina, Gerindra NTT memiliki Bapilu yang melakukan kajian-kajian yang mana salah satu produknya adalah modul yang memandu pelaksanaan fit and propert test.
Comments
Post a Comment